Usai Diwisuda di Taiwan, Mahasiswa Babel Persiapkan Penyetaraan

Usai Diwisuda di Taiwan, Mahasiswa Babel Persiapkan Penyetaraan

Advertorial

 


PANGKALPINANG BBC - Ilmu bukan hanya dibuktikan dengan mendapat ijazah, tetapi bagaimana ilmu dapat dipraktekkan di dunia kerja usai menempuh pendidikan di bangku kuliah.

"Saat menempuh pendidikan tentu harus mendapat ilmu. Selain itu juga mendapat ijazahnya dan dapat mempraktekannya," pesan singkat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman ini disampaikan saat bersilahturahmi bersama orang tua dari mahasiswa Babel yang mengikuti program pendidikan sarjana dan magang di Taiwan yang dilaksanakan di Gedung Mahligai, Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (14/07/21).

Program di bawah Dinas Pendidikan Babel ini adalah kerja sama antar Pemprov. Babel dengan empat perguruan tinggi di Taiwan. Dimulai sejak tahun 2017, tahun ini para mahasiswa Babel telah menyelesaikan pendidikan dan berhasil diwisuda.

"Keliru jika hanya mendapat ijazah tetapi ilmunya tidak didapat, jangan hanya untuk gaya-gayaan saja," pesan Gubernur Erzaldi lagi. Terlebih dikatakannya jika ilmu ini direncanakan untuk meneruskan usaha orang tua atau bisnis keluarga.

Sehubungan dengan diwisudanya mahasiswa Babel yang tergabung dalam program ini, Gubernur Erzaldi tidak mau ijazahnya tidak diakui oleh pemerintah Indonesia sehingga selanjutnya perlu mempersiapkan penyetaraan di Kemendikbud-Ristek RI.

Sebagai tindak lanjut setelah diwisuda, Dinas Pendidikan Babel akan mengawal mempersiapkan administrasi untuk pengambilan ijazah agar ijazah tersebut diakui oleh Pemerintah Indonesia.

"Jangan sampai ikut dalam program di luar negeri tetapi ijazahnya tidak diakui di negeri sendiri," ungkap Gubernur Erzaldi mensosialisasikan kepada para orang tua yang hadir.

Pada kesempatan ini, Gubernur Erzaldi juga berpesan kepada para orang tua agar terus mendukung anak yang berencana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

"Karena saya lihat mahasiswa yang kuliah di luar biasanya merasa perlu mengupgrade dirinya ke jenjang selanjutnya," ungkapnya agar para orang tua terus mendukung walau telah menyelesaikan pendidikan saat ini.

Ucapan selamat juga datang dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Babel, M. Soleh yang juga hadir pada pertemuan ini.

"Kami atas nama Pemprov. Babel dan Dinas Pendidikan Babel mohon maaf dan selamat kepada anak-anak bapak ibu semua atas keberhasilannya di Taiwan," ungkapnya.

Dukungan dari orang tua menurutnya sangat berperan dalam membimbing dan menghantar putra-putrinya dalam menggapai cita-citanya.

Dalam mempersiapkan penyetaraan ijazah dari perguruan tinggi di Taiwan ke Indonesia, dikatakan Kadisdik Babel bahwa, hari ini para orang tua juga mendapat bimbingan dari Dedy Ramdhani Harahap, lulusan Program Master of Engineering di Southern Taiwan University of Science and Technology (STUST) Taiwan R.O.C.

iklan banner dalam detail berita

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top