Dijerat Pasal 158 UU Minerba, Amuk Terancam Penjara 5 Tahun dan Denda Rp 100 M.

Dijerat Pasal 158 UU Minerba, Amuk Terancam Penjara 5 Tahun dan Denda Rp 100 M.

Nasional

BANGKA-BBC-Amcaman pidana tak main main sedang menanti Amuk Perot. Tersangka tambang ilegal diatas IUP OP PT. Timah ini Amuk dijerat Pasal 158 UU Minerba oleh penyidik Polres Bangka, dengan ancaman  penjara maksimal 5 tahun dan denda Rp 100 miliyar. Anehnya, hasil dari pengembangan perkara, 3 excavator yang sebelumnya ditemukan di TKP, hanya 1 excavator saja yang dijadikan barang bukti (BB) di pengadilan. Sementara 2 excavator lainnya tidak dijadikan barang bukti lantaran disebut tidak sedang beroperasi.

Hal ini seperti disampaikan Kasatreskrim Polres Bangka, AKP Ayu Kusuma Ningrum seizin Kapolres, AKBP Widi Haryawan melalui sambungan telepon usai konferensi pers perkara pidana umum lainnya di Mapolres, Senin (30/8/21). AKP Ayu bersikukuh mengatakan bahwa 2 excavator lainnya tidak menjadi barang bukti perkara, karena posisinya sedang tidak bekerja.

“Mau data yang mana lagi bang ? Kalau Amuk kami jerat Pasal 158 UU Minerba. Sedangkan alat berat yang disita ke polres hanya satu. Sisa 2 lagi masih di police line di lokasi (Bedukang) karena terkendala kerusakan,” kata Ayu.

Ditanya apakah 3 alat berat tersebut nantinya akan dijadikan barang bukti selain 21 kampil pasir timah ke pengadilan, Ayu menjawab hanya 1 PC saja.

“Ngak, hanya satu PC saja. Dua lainnya tidak dijadikan barang bukti karena tidak sedang dalam beraktifitas. Soal penampungnya yang disebut smelter itu juga gak ada. Sudah penyidik tanyakan ke Amuk kalau barang bukti belum sempat dijual,” jawabnya.

Apakah eksekusi 2 PC di Bedukang terkendala ada keterlibatan “aparat samping”  sehingga sulit dibawa ke Polres ?

“Ngak ada aparat mana pun, murni Amuk yang berkerja disana,” tegasya.

Sementara dalam pemberitaan sebelumnya, sehari setelah tim gabungan melakukan penangkapan ada sejumlah oknum yang sempat bersitegang dengan sejumlah wartawan.

Pantauan di Polres Bangka, sejumlah wartawan yang dijanjikan akan ada konferensi pers kasus Amuk dibuat kecewa. Setelah melakukan konferensi pers perkara pencurian (363) dan narkoba, AKP Ayu langsung meninggalkan wartawan.

“Ngak ada konferensi pers soal Amuk. Mungkin miskomunikasi saja Bid Humas menyampaikan informasinya,” sangkalnya.

Padahal sebelumnya wartawan sebelumnya sempat dijanjikan langsung AKP Ayu akan ada konferensi pers terkait perkara Amuk. Bahkan informasi tersebut berasal dari WAG (Whatsapp Grup) Polres Bangka.
Diberitakan sebelumnya, pihak Polres Bangka saat ini hanya mengelandang 1 unit excavator Hitachi warna orange dari lokasi IUP OP PT. Timah. Tbk yang dijarah oleh Amuk Perot pada Rabu, (24/8/2021) sekitar pukul 15.00 WIB di Dusun Deniang Desa Bedungang Kecamatan Riau Silip.

Sementara 2 PC lainnya masih dalam garis polisi di dalam hutan Deniang. Proses penyitaan dan evakuasi pihak penyidik sendiri sempat diwarnai aksi bersitegang antara wartawan yang liputan dengan beberapa orang pemilik tambang. (red)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top