Rombongan Wartawan Kena Peluntang Kasat Reskrim Polres Bangka Soal Konferensi Pers

Rombongan Wartawan Kena Peluntang Kasat Reskrim Polres Bangka Soal Konferensi Pers

Nasional

BANGKA-BBC-Sejumlah wartawan dari berbagai media di Pangkalpinang dan Sungailiat kecewa. Niat mendapatkan perkembangan berita soal tambang ilegal yang menjerat tersangka Amuk Perot, malah seperti kena prank dari Kasat Reskrim Polres Bangka AKP Ayu Kusuma Ningrum. Sedianya Senin (30/8/21) pukul 10.00 WIB, AKP Ayu menjanjikan adanya konferensi pers terkait perkara tambang ilegal Amuk Perot. Namun janji tersebut dibantah oleh AKP Ayu selaku kasat Reskrim Polres Bangka, dengan alasan pihak Humas Polres Bangka yang salah memberikan informasi.

Tak hanya menyampaikan kekecewaan, beberapa wartawan mengaku bahwa kenyataan ini semakin menimbulkan tanda tanya terkait penanganan tambang ilegal Amuk Perot. Seperti disampaikan oleh Donny, wartawan Pangkalpinang, menurut Donny dirinya datang dari Pangkalpinang guna mendalami beberapa informasi sekaligus mengkonfirmasi beberapa hasil penelusuran.

"Kita kan datang ke Polres ini karena diinformasikan bahwa pihak penyidik Polres Bangka akan menggelar konferensi pers soal perkara Amuk Perot. Namun saat tiba di Polres Bangka ternyata yang digelar hanya perkara pidum, pencurian dan curanmor. Padahal kita sedang fokus mendalami perkara yang merugikan PT. Timah Tbk. Ini membuat kita bertanya-tanya mengapa seolah-olah pihak penyidik menghindari wartawan untuk mendalami dan mengkonfirmasi berita. Sampai sampai kami merasa kena prank," ketus Donny.

Senada dengan Donny, Budi Poltam dan Emon yang juga wartawan dari Pangkalpinang mengatakan seolah pihak penyidik ingin mempersempit informasi untuk media.

"Kalaupun batal, setidaknya kita sudah hadir di Mapolres Bangka ini. Alangkah bijaknya bu Kasat reskrim datang menemui kita menjawab konfirmasi. Ini malah berlalu begitu saja. Kita menunggu di depan, kita kira masih ada konferensi pers lagi soal amuk, gak taunya tidak ada. Jadi tanda tanya kita," cerocos Budi dan Emon.

Sementara itu, beberapa perkembangan terkini, pihak penyidik menjerat Amuk dengan pasal 158 UU Nomor 3 tahun 2020 tentang minerba. Untuk barang bukti disebutkan ada 1 unit excavator dan 800 kilogram pasir timah. Amuk sendiri menjadi satu satu tersangka dalam perkara ini. AKP Ayu mengaku tidak ada penadah hasil tambang ilegal Amuk karena diklaim baru mulai bekerja. Perbuatan Amuk sendiri berpotensi merugikan PT. Timah Tbk, selaku pemilik cadangan timah yang dijarah Amuk Perot.(red)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top