Terkait Perkara Amuk, Data  Wartawan dan Penyidik Polres Bangka Sangat Kontras

Terkait Perkara Amuk, Data Wartawan dan Penyidik Polres Bangka Sangat Kontras

Hukum

PANGKALPINANG-Hingga saat ini pihak Polres Bangka terus memproses perkara tambang ilegal yang menjerat Amuk Perot. AKP Ayu Kusuma Ningrum pun bergeming hingga saat ini terkait hasil penyidikan. AKP Ayu bersikukuh menegaskan bahwa pihaknya hanya mengamankan 1 unit excavator, 21 kampil pasir Timah basah seberat kurang lebih 800 kilogram dan tak ada pihak yang menjadi penadah pasir timah dari tambang ilegal tersebut karena Amuk baru bekerja 2 Minggu.

Mengutip dari kompas.com pada link berita https://regional.kompas.com/read/2021/08/24/192925678/lahan-timah-negara-dijarah-penambang-ilegal-petugas-amankan-3-ekskavator, yang diterbitkan pada 24 Agustus 2021 lalu, keterangan dari pihak penyidik sendiri terasa sangat berbeda. Dalam berita yang ditulis kompas.com tersebut mengatakan bahwa Amuk sudah bekerja di lokasi tersebut selama 3 bulan, dengan penghasilan sebanyak 150 Kg perhari.

Data ini sendiri sama dengan hasil investigasi wartawan dari berbagai sumber mengatakan bahwa Amuk sudah bekerja beberapa bulan di lokasi tersebut. Wartawan pun bahkan memiliki rekaman foto saat 3 unit excavator tersebut sedang beroperasi di tambang Amuk.

Sementara, perkembangan terakhir AKP Ayu juga mengatakan bahwa pihaknya hanya mengamankan 1 unit excavator karena 2 unit lainnya  tidak beroperasi karena rusak, saat terjadi penangkapan pada 24 Agustus lalu.

Selain itu wartawan juga melakukan penelusuran terkait adanya penampung pasir Timah dari Amuk, salah satu perusahaan peleburan di kawasan Jelitik Sungailiat ditenggarai menjadi penampung Timah dari tambang Amuk yang sedianya merupakan IUP OP PT. Timah Tbk.

Hingga berita ini diturunkan, AKP Ayu tidak menjawab konfirmasi terkait perbedaan data berita kompas.com, investigasi wartawan dengan hasil kerja penyidik.

AKP Ayu sebelumnya sempat disoroti wartawan lantaran membatalkan konferensi pers yang telah dijadwalkan oleh pihak Humas Polres Bangka. AKP Ayu menuding pihak Humas Polres Bangka yang tidak mengkoordinasikan perihal rencana jumpa pers tersebut.

Pihak smelter RB melalui Ad selaku salah seorang pengurusnya saat dikonfirmasi terkait nama smelter RB diduga menjadi penadah timah Amuk, juga tidak pernah menjawab konfirmasi.(Oc/red)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top