Sssttt... Ini Beberapa Nama ASN PUPR Babel yang Terduga Tipikor
Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung. Daroe Tri Sadono. SH

Sssttt... Ini Beberapa Nama ASN PUPR Babel yang Terduga Tipikor

Nasional

PANGKALPINANG-BBC-Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Babel, menjalani pemeriksaan di bagian Pidana Khusus Kejati Babel. Pemeriksaan yang dilakukan sejak 23 Agustus 2021 lalu tersebut merupakan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi kegiatan rehabilitasi atau pemeliharaan rutin jalan (pekerjaan penebasan) pada tahun anggaran 2018 hingga 2020 dari APBD dan APBN. Puluhan ASN yang sebagian juga ada yang sudah pensiun atau mantan pejabat pada tahun 2018 hingg 2020 lalu.

Redaksi mencoba melakukan indeph reporting atas informasi yang mirip dugaan tipikor berjamaah di tubuh dinas paling gemuk di lingkungan pemerintah provinsi Babel. Hasilnya didapati beberapa nama, yang ternyata sebagian masih berstatus aktif. Namun ada pula mantan pejabat yang merupakan mantan Kepala Dinas di PUPR Babel tersebut. Bisa dibilang ada nama-nama yang cukup dikenal sebagai pejabat daerah.

Diantara inisial dari nama-nama tersebut yaitu NV yang disebut sebut pernah menjadi Kepala Dinas PUPR tahun 2018 hingga 2020. NV merupakan pejabat tertinggi yang berada dalam daftar yang diperiksa. Selebihnya ada SPI yang menjabat sebagai Kepala Seksi pemeliharaan rutin di dinas PUPR Babel sejak 2018 hingga 2021. Kemudian ada GHT, yang pernah menjabat sebagai Bendahara dinas PUPR Babel tahun 2018 hingga 2020 dan YPW diperiksa selaku Kepala Bidang Bina Marga di dinas PUPR Babel tahun 2018 hingga 2020.

Selebihnya adalah pejabat dengan posisi sebagai PPTK di lingkungan dinas PUPR Babel. Mereka adalah SDI, SFN, PDI, AIS, HRI, YY dan AGM. Terdapat pula nama MRS dan IB, namun tersebut sebagai pekerja,  yang diduga redaksi sebagai pihak eksternal dinas PUPR.

Atas pemeriksaan dan permintaan data-data ini, Kepala Dinas PUPR Babel, Jantani saat dikonfirmasi wartawan sempat mengelak dan mengaku belum mengetahui. Namun saat disebut wartawan dia juga telah diperiksa, Jantani pun akhirnya mengaku hanya dimintai keterangan dan data.

"Belum tau pak, pak Gubernur juga belum tau, jelas Jantani yang diwawancarai wartawan dari dalam mobilnya yang sudah siap berjalan pada Rabu (1/9/21) siang di Kejati Babel.

Ditempat yang sama, Kajati Babel Daroe Tri Sudono, kepada sejumlah wartawan membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Daroe tak mengelak kendati tidak menyebut nama-nama terperiksa tersebut. Mantan Wakajati Provinsi Riau ini juga menegaskan sikapnya yang tidak mau mentolelir terhadap permasalahan ini jika ternyata ditemukan adanya penyimpangan.

"Kalau saya di dalam mobil, kemudian ada orang di depan saya, kalau sudah saya klakson tidak mau minggir, ya saya tabrak, jelaskan," tegas Daroe dalam bahasa khiasan menjelaskan sikapnya. (red)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top