Soal Aliran Fee 20 Persen, JA Bungkam, DTS Belum Tahu

Soal Aliran Fee 20 Persen, JA Bungkam, DTS Belum Tahu

Hukum

 

PANGKALPINANG BBC - Memasuki pekan ke tiga proses penyelidikan dugaan tipikor di lingkungan PUPR Babel, informasi terkait aliran fee sebesar 20 persen ke Kepala Dinas PUPR Babel masih belum terdengar perkembangannya. Padahal hasil indepth reporting yang dilakukan oleh wartawan, jelas disebutkan bahwa Kepala Dinas PUPR Babel, JA menjadi muara fee sebesar 20 persen dari setiap paket pemeliharaan rutin di PUPR. Keterangan A1 yang didapat wartawan bahkan memastikan hal itu tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Terkait hal ini, Kepala Kejasaan Tinggi Babel, Daroe Tri Sadono (DTS) saat dikonfirmasi wartawan mengaku belum mengetahui terkait adanya informasi aliran fee sebesar 20 persen kepada JA selaku kepala PUPR Babel untuk setiap paket pekerjaan. DTS sendiri juga mengatakan bahwa dirinya belum bisa memberikan penilaian terkait dugaan yang terjadi soal fee 20 persen tersebut, apakah masuk ranah dugaan gratifikasi atau korupsi.

"Saya belum dapat info tersebut, ya kan harus dilihat dari fakta dulu untuk menilainya," jawab DTS menjawab konfirmasi wartawan soal apakah hal ini masuk kategori gratifikasi atau korupsi.

Terpisah, JA selaku Kepala Dinas PUPR Babel coba dikonfirmasi wartawan, tidak memberikan jawaban. JA sendiri terkesan menghindar dalam permasalahan yang merundung Dinas PUPR Babel saat ini. Sebelumnya JA bahkan tertangkap kamera bertolak ke Jakarta, sementara pihak ASN PUPR Babel yang ditemui oleh wartawan mengatakan bahwa JA ijin tak masuk kantor karena harus istirahat.

Sebelumnya diberitakan, sebuah informasi A1 didapat wartawan menyebutkan bahwa dalam berita acara pemeriksaan terkait dugaan tipikor proyek rehabilitasi/pemeriharaan rutin jalan (pekerjaan penebasan) di dinas PUPR. Dalam BAP proses penyelidikan yang dilakukan penyidik Pidsus Kejati Babel, disebutkan sebuah informasi bahwa ada proses bancakan fee sebesar 20 persen yang mengalir ke Kepala Dinas. (red/oc)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top