Gandeng Akademisi dan Komisioner, Amri Cahyadi Sebarluaskan Tiga Perda Sekaligus

Gandeng Akademisi dan Komisioner, Amri Cahyadi Sebarluaskan Tiga Perda Sekaligus

Advertorial

 

BANGKA BBC - Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Amri Cahyadi ST MM menggandeng komisioner dan akademisi untuk menyampaikan tiga perda secara berebeda kepada masyarakat dalam rangkat meningkatkan edukasi dan kepamahaman masyarakat.

Adapun perda yang disampaikan dalam penyebarluasan peraturan daerah itu, yakni Perda Nomor 10 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid - 19 disampaikan langsung oleh Amri Cahyadi ST MM selaku narasumber pertama.

Dilanjutkan Perda Nomor 09 Tahun 2016 tentang Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan Daerah, secara khusus disampaikan oleh anggota KPU Pangkalpinang, Margareta ST MM. Selanjutnya Perda Nomor 02 Tahun 2018 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, disampaikan oleh akademisi IAIN Abdurrahman Siddik Bangka Beliung, Zainudin MA.

Amri Cahyadi yang juga menjabati Ketua DPW PPP Babel, dalam arahannya menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan pernah bosa untuk menyampaikan peraturan daerah kepada masyarakat terkait kesadaran protokol kesehatan. Mengingat Covid - 19 bukan katagori virus apidemi, melainkan bersifat pandemi.

"Perda yang kita sampaikan ini merupakan kebijakan kita bersama untuk mencegah penyebaran virus, meskipun perda tidak bisa menyembuhkan penyakit akibat virus, tetapi ini ikhtiar kita bersama dalam upaya mencegah virus untuk tidak menular,"terangnya kepada tamu undangan. Di Hotel Aksi, Bangka, Jumat (10/09/2021)

Amri menerangkan Covid - 19 sendiri telah berkembang menjadi beberapa varian baru, termasuk yang terakhir dari varian delta sekarang menjadi varian MU. Dimana diterangkan, penularannya lebih cepat, satu orang dapat menularkan kepada tiga orang dalam satu ruangan.

"Dalam ilmu matematikan ada rumusnya, 1 pangkat 3 dalam satu hari bisa satu orang sudah bisa menyebarkan tiga orang, kalau ini tidak diicegah, kalikan dalam seminggu yakni tujuh hari berapa orang yang sudah tertular, begitu juga seterusnya,"terangnya.

Di kesempatan yang sama, Margareta ST MM secara spesifik menjelaskan peran perempuan dalam pembangunan. Termasuk berkarir dalam politik yang disebutnya dalam upaya kesamaan gender bahwa perempuan memiliki hak yang sama dalam berkarir bersama laki - laki.

"partitipasi perempuan dalam pembangunan ada tiga indikator yakni perempun sebagai penyelenggara demokrasi, sebagai pemilih dan sebagai peserta,"paparnya.

Lebih jauh partisipasi perempuan dalam pemilu, dikatakannya cukup besar. Berdasarkan data Pilkada serentak 2020, semisalnya di bangka tengah menunjukkan sebanyak 49.751 perempuan telah menggunakan hak pilihnya ke TPS, sedangkan 48.913 laki - laki menggunakan hak yang sama dalam pilkada.

"Nah kalau perempuan (kaum hawa) mau berpartisipasi sebagai peserta sebaiknya saya sarankan kuncikan dulu suara perempuannya, apalagi pengaruh perempuan misalnya emak kita cukup komitmen untuk memilih satu pemimpin,"ungkapnya.

Sementara itu, Zainudin MA yang juga dikenal praktisi pendidikan berkesempatan menyampaikan Perda Nomor 02 Tahun 2018 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Menurutnya, Perda di atas cukup akomodatif dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Babel.

"Perda ini bisa dijadikan acuan pemerintah maupun pihak swasta untuk merumuskan strategi pelaksanaan pendidikan serta struktur pendidikan di provinsi kepulauan bangka belitung,"jelasnya.

Selain itu pun, dijelaskan Zainudin lebih lanjut bahwa Perda tersebutpun telah memuat aturan turunan dari pemerintah pusat yakni pemerintah daerah harus memberikan dukungan untu penyelenggaraan pendidikan minimal mengalokasi 20persen anggaran bersumber APBD baik provinsi dan kabupaten/kota.

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top