Mimpi Bangka Belitung, Cetak Tenaga Dokter Sendiri Segera Terwujud

Mimpi Bangka Belitung, Cetak Tenaga Dokter Sendiri Segera Terwujud

Advertorial

 

PALEMBANG BBC - Mimpi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat mencetak sendiri Tenaga Dokter yang berkualitas melalui Pembukaan Fakultas Kedokteran di Universitas Bangka Belitung (UBB) akan segera terwujud.

Hal itu diketahui setelah Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof. Anis Saggaff dalam kunjungannya ke Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (23/9/21).

Dimulai dengan laporan Dekan Fakultas Kedokteran Unsri, dr. Syarif Hussin yang menyatakan bahwa upaya pihaknya dalam men_support_ UBB untuk mendirikan Fakultas Kedokteran saat ini telah menyelesaikan beberapa tahapan yakni meliputi dokumen, sarana-prasarana, dan rencana gedung perkuliahan telah rampung.

Lebih lanjut dikatakannya, RSUD Dr.(H.C) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai tempat praktik sudah sangat representatif. Terlebih dengan adanya rencana pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran tersebut akan tersambung dengan rumah sakit ini. Hal tersebut menjadi nilai tambah untuk mendirikan Fakultas Kedokteran di Bangka Belitung.

Namun demikian, dirinya mengatakan bahwa saat ini masih ada tahapan dalam proses persyaratan yang belum selesai yaitu Pelatihan Tenaga Pendidik Klinis, yang rencananya dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan. Selanjutnya seluruh dokumen dan persyaratan akan diajukan ke pusat melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti).

Mendengar hal itu, Gubernur Erzaldi mengatakan akan segera melakukan percepatan Pelatihan Tenaga Pendidik Klinis. Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya melalui Dinas Kesehatan bersama Universitas Bangka Belitung dan RSUD Dr.(H.C) Ir. Soekarno akan menyiapkan tenaga yang dimaksud.

"Kehadiran kami kali ini ke Unsri adalah sebagai upaya untuk percepatan pendirian Fakultas Kedokteran di Babel," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di Babel ini menyampaikan apresiasinya kepada Unsri yang telah men_support_ UBB untuk membuka Fakultas Kedokteran.

"InsyaAllah Oktober ini secara administrasi baik dokumen dan persyaratan sudah lengkap, setelah itu kita ajukan ke kementerian. Kita berharap langsung disetujui oleh Bapak Menteri," ungkapnya.

Sementara itu Rektor Universitas Sriwijaya Palembang, Prof. Anis Saggaff menyatakan ada ikatan batin antara dirinya dengan Bangka Belitung. Selain sebagai pihak yang membidangi berdirinya Fakultas Teknik UBB, sebelumnya saat Gubernur Erzaldi menjadi Bupati Bangka Tengah waktu itu pernah mengundangnya sebagai Dewan Hakim dalam MTQ.

Pada prinsipnya Universitas Sriwijaya siap men_support_ secara penuh akan pendirian Fakultas Kedokteran Universitas Bangka Belitung. Menurutnya setiap provinsi wajib memiliki minimal satu Fakultas Kedokteran di daerahnya. Hal ini diungkapkan setelah dirinya bersama tim melakukan kajian di Sumatera Selatan. Dalam kajian itu diperoleh hasil bahwa dengan asumsi perbandingan Tenaga Dokter 1:1000, Sumatera Selatan yang memiliki dua Fakultas Kedokteran membutuhkan waktu 32 tahun untuk mencukupinya. Artinya bahwa Bangka Belitung wajib memiliki Fakultas Kedokteran.

Lebih lanjut dikatakannya ,pembangunan Fakultas Kedokteran di Bangka Belitung merupakan salah satu program Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yang harus didukung sehingga dapat berjalan dengan lancar.

Terkait masalah aset Unsri yang ada di Bangka, pada kesempatan ini Anis Saggaff mengatakan pihaknya siap berkoordinasi untuk menyelesaikannya dengan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Erzaldi sangat mendukung agar nanti ada pembahasan lebih lanjut terkait permasalahan aset tersebut agar diperoleh solusi yang terbaik. Begitu juga dengan adanya rencana pembangunan Laboratorium Laut Universitas Sriwijaya di Bangka Belitung sebagai tempat pembelajaran bersama.

Ikut hadir mendampingi Gubernur dalam kegiatan ini, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Babel, Yanuar, Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Setda Babel, Ahmad Yani, Kepala Dinas Kesehatan Babel, Andri Nurtito, Direktur RSUD Dr.(H.C) Ir. Soekarno, dr. Bahrun S., dan Ketua Tim Pembentukan Program Studi Kedokteran UBB sekaligus Dosen Agroteknologi UBB, Ismed Inonu.



Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top