Tak Sesuai RAB, Proyek APBD di Renggiang Gantung Senilai Rp 9 Miliar Dibongkar
Kondisi terakhir proyek peningkatan jalan senilia Rp 9 miliyar yang bongkar PPK, lantaran dianggap tak sesuai RAB. PT. Peduli Bangsa selaku kontraktor pelaksana sendiri pada tahun ini mengerjakan tiga paket konstruksi senilai total Ro 27 miliyar. (foto-ist)

Tak Sesuai RAB, Proyek APBD di Renggiang Gantung Senilai Rp 9 Miliar Dibongkar

Nasional

BELITUNG TIMUR-BBC- Peringatan Apra, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bukan isapan jempol. Terbukti proyek peningkatan jalan simpang Renggiang-Gantung Belitung Timur tahun anggaran 2021, akhirnya dibongkar lantaran diduga kuat tak sesuai RAB.  PT. Peduli Bangsa, selaku kontraktor pelaksana proyek APBD milik Dinas PUPR Babel senilai Rp 9 miliyar lebih tersebut hanya bisa pasrah membongkar pekerjaan yang hanya tinggal menyisakan waktu satu bulan ke depan. Langkah pembongkaran ini sendiri diambil PPK lantaran menghindari masalah di belakang hari, karena pekerjaan yang terkesan asal jadi.

"Itu proyek pelebaran jalan Renggiang-Gantung dibongkar habis, memang sebelumnya sudah diingatkan bahwa pekerjaan tersebut bisa saja dibongkar karena terindikasi tiak sesuai RAB. Pihak PPK beralasan jangan sampai belakang hari masalahnya muncul. Yang dibongkar itu lumayan banyak bisa lebih dari 80 persen dari yang telah dikerjakan," terang sumber kepada wartawan, Kamis (7/10/21).

Lebih rinci, sumber tersebut menambahkan bahwa permasalahan yang disorot adalah pekerjaan siring pada kiri kanan jalan yang akan ditingkatkan. Sementara proses pengaspalan sendiri belum dilaksanakan. Atas perhitungan itulah, diperkirakan pekerjaan tidak dapat diselesaikan tepat waktu.

"Proyek itu bermasalah sebab item pekerjaan siring cor dan pasangan batu yang sudah terpasang banyak yang dibongkar, faktornya karena tidak sesuai dengan spec. Sementara waktu pengerjaannya tinggal satu bulan lagi. Proyek Renggiang-Gantung terancam molor," kata sumber yang minta identitasnya untuk dirahasiakan ini.

Terkait telah dibongkarnya pekerjaan PT. Peduli Bangsa tersebut, Apra selaku PPK proyek membenarkan. Ia menegaskan bahwa proyek jalan Renggiang-Gantung yang dikerjakan tidak sesuai dengan spec sudah dibongkar dan diakuinya proyek tersebut terancam molor.

"Seperti yang sudah saya katakan bahwa item pekerjaan yang dikerjakan tidak sesuai dengan spec itu dibongkar dan tidak akan dibayar. Nah kalau dilihat dari waktunya tinggal satu bulan lagi ya terancam molor," ucapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (7/10/21) malam.

Disinggung soal ada yang menyebutkan proyek jalan Renggiang-Gantung babak belur, Apra menyatakan lebih baik babak belur ketimbang menjadi persoalan dikemudian hari.

"Babak belur ya babak belur, ketimbang ada persoalan dikemudian hari. Terus terang saja saya tidak mau bermasalah lebih baik saya bekerja sesuai aturan," tukasnya.

Dikonfirmasi terpisah CA yang disebut sebut kontraktor pelaksana PT. Peduli Bangsa saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp tidak merespon upaya konfirmasi.

Untuk diketahui, proyek pelebaran ruas jalan Renggiang-Gantung dikerjakan oleh PT. Peduli Bangsa dengan nilai kontrak sebesar Rp 9 Miliar. PT. Peduli Bangsa sendiri merupakan perusahaan asal Medan Sumut, disebut sebut dalam status dipinjamkan oleh seorang pengusaha konstruksi kondang di Belitung, berinisial CA. Hebatnya PT. Peduli Bangsa mampu menggasak 3 paket konstruksi dengan total nilai sekitar Rp 27 Miliyar di Belitung.(red)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top