Maulid Nabi Muhammad Jadi Momentum Pembentukan Karakter Anak Islami

Maulid Nabi Muhammad Jadi Momentum Pembentukan Karakter Anak Islami

Advertorial

 

KEMUJA BBC - Desa Kemuja, Kabupaten Bangka merayakan Maulid Nabi Muhammad Saw, 12 Rabiul Awal 1443 Hijriah atau Selasa (19/10/21). Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman, turut menghadiri perayaan hari lahir Rasulullah tersebut.

Gubernur Erzaldi tiba di Desa Santri sekitar pukul 07.45 WIB, dan disambut pengurus serta jemaah Masjid Rahmatuddin, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga Desa Kemuja.

Gema selawat nabi dan pembacaan barzanji yang dibawakan puluhan jemaah berseru merayakan hari lahir Nabi Muhammad. Selain itu, dalam acara yang berlangsung khidmat ini juga dilantunkan pembacaan ayat suci al Quran oleh beberapa jemaah.

Dalam sambutannya, Gubernur Erzaldi meminta kepada seluruh warga Desa Kemuja untuk merefleksikan hari bersejarah umat Islam sebagai sarana meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, dan meneladani akhlak nabi besar Muhammad Saw.

"Mudah-mudahan melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad ini, InsyaAllah kita selalu mendapat safaat dari Allah SWT, dan selalu mendapatkan keberkahan, kesehatan, serta perlindungan," ujarnya.

Maulid Nabi juga katanya, menjadi momentum bagi orang tua dalam mendidik anak-anak agar dapat terjaga dari perkembangan teknologi dan komunikasi yang terus berkembang. Ia tidak ingin peran orang tua justru tidak terlihat, sehingga akan berdampak pada pembentukan karakter anak.

"Ini menjadi momentum bagi orang tua untuk mengubah karakter anak bangsa yang Islami dan dimulai dari masjid atau pesantren untuk menjadikan anak lebih baik lagi. Teknologi digitalisasi sangat mempengaruhi tindak tanduk karakter dan ilmu anak kita," katanya.

"Tetapi sekarang ini, timbul fenomena kebiasaan orang tua yang hanya sekadar menitipkan anaknya ke pesantren. Dan ketika tidak berkenan, ustaznya yang salah. Tidak seperti itu sebagai orang tua dalam mendidik," katanya menambahkan.

Untuk itu, orang tua diharapkan mampu memberikan pendidikan, walaupun saat sang anak telah disekolahkan di pesantren. Dengan begitu, anak pun merasakan kasih sayang dari orang tua, dan akan berdampak positif terhadap psikologis, serta tumbuh kembang anak.

"Kita harus jaga mereka, jangan sebatas minta tolong ustaz. Orang tua tetap harus ikut bersama mendorong pembentukan karakter anak," pungkasnya.

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top