Radmida Dawam Sumbangkan Kasur ke Yayasan Bunda Salama

Radmida Dawam Sumbangkan Kasur ke Yayasan Bunda Salama

Advertorial

 
 
 
PANGKALPINANG BBC - Sekda Kota Pangkalpinang Radmida Dawam SH MH, mendapat kabar dari Yayasan Bunda Salamah pimpinan Erna, bahwa masih ada warga lanjut usia (Lansia) yang tidak terurus oleh keluarga mereka.

Mendapatkan kabar seperti ini, Radmida langsung mengajak Erna untuk menemui langsung para Lansia tesebut. Ternyata benar, ada banyak lansia yang membutuhkan perhatian kita.

Selain kehidupan ekonomi yang sangat sederhana, aktvitas sehar-hari merekapun membutuhkan bantuan warga sekitar lansia.

“Banyak lansia yang kami datangi tidak terurus oleh keluarganya. Ada lansia yang memang hidupnya sebatang kara. Kalo ini wajar tidak teurus, karena tidak ada anak atau sanak keluarga. Tetapi yang mengharukan kita, juga banyak lansia yang memiliki anak dan cucu di sini, juga tidak terurus. Untuk itu Yayasan Bunda Salamah ini hadir,“ ujar Erna, Ketua Yayasan Bunda Salamah.

Diceritakan Erna, sekitar setahun lalu, Ia menceritakan kepada Radmida Dawam tentang banyak Lansia yang tidak terurus oleh keluarga mereka atau lansia yang hidup sebatang kara.

“Mendengar cerita saya, Ibu Radmida langsung mendukung apapaun program atau kegiatan Yayasan Bunda Salamah yang berkaitan dengan Lansia. Beliau mendukung segala hal yang bisa beliau lakukan untuk membantu kami,“ jelas Erna.

Dari sebagian aktivitas atau kegiatan Yayasan Bunda Salamah yang mendapat perhatian serius dari Radmida Dawam adalah berbagi kasur untuk para lansia.

“Sebenarnya kalo berbagi kasur untuk lansia ini adalah gagasan dan ide Ibu Radmida. Hanya saja kami diminta mendata siapa saja Lansia yang membutuhkan kasur. Setelah terdata kami laporkan kepada Beliau. Dan biasanya jika tidak ada kesibukan, setiap hari Sabtu dan Minggu kami bersama Ibu Radmida berbagi kasur kepada para Lansia yang sudah terdata,“ ungkap Erna.

Alasan Radmida Dawam, karena setelah dirinya mengunjungi sejumlah Lansia, permintaan para Lansia tersebut ternyta tidak banyak, mereka hanya minta ganti atau beliin kasur untuk alasa tidur.

Kasur yang dimintapun bukanlah kasus busa atapun kasur jenis springbed, ternyata mereka hanya minta Lamat, atau biasa sering disebut Kasur Palembang atau Kasur Tahu.

Kasur jenis ini, disebut para Lansia merupakan alas tidur yang sangat empuk dan paling pas untuk kondisi mereka yang sudah berumur tersebut.

Dari sinilah akhirnya, Radmida Dawam berkolaborasi bersama Yayasan Bunda Salamah membuat program BERKAH SEKALI, yang merupakan singkatan dari Berbagi Kasih Seribu Kasur (untuk) Lansia.

“Insya Allah target saya 1.000 kasur. Nilai kasur ini mungkin tak seberapa, tetapi saya selalu terharu ketika melihat betapa gembiranya Lansia ini ketika menerima Kasur Lamat yang kami antarkan ke rumah mereka. Disini saya merasa selalu tak sanggup untik menahan air mata,“ ujar Radmida Dawam.

Berawal dari turun langsung dan dan melihat di lapangan, terutama disaat covid 19 melanda. Radmida bertemu dengan banyak masyarakat terdampak Covid-19.

Sebagian besar dari mereka ialah Lansia kurang mampu. Banyak yang mengeluhkan tidak memiliki kasur dan banyak diantara mereka tidur hanya beralaskan karpet atau tikar.

Kepada Radmida yang berkunjung, mereka menginginkan kasur yang tepat dengan spesifikasi kasur yang tidak tebal, karena jika terlalu tebal, mereka merasa tubuhnya tenggelam dan sulit untuk bangun dari kasur tersebut.

Sambil beramal dan beribadah tercetuslah program “BERKAH SEKALI” atau “Berbagi Kasih Seribu Kasur Lansia”.

Program ini awalnya dilaksanakan Radmida menggunakan dana pribadi.

Radmida mencoba mensosialisasikan dan mengajak ASN ,atau siapapun untuk peduli serta ikut menyumbangkan kasur kepada para lansia kurang mampu di Kota Pangkalpinang.

Ajakan Radmida ternyata membuahkan hasil. Hingga kini sudah banyak ASN yang ikut tergerak dan termotivasi dengan program ini

Sosok inspiratif ini patut diapresiasi dan diteladani tidak hanya oleh ASN saja (ASN Pemerintah Kota Pangkalpinang kurang lebih 3.150 dan PHL sebanyak lebih kurang 4.100), namun juga bisa menjadi teladan di tengah masyarakat.

Kartini Kota Pangkalpinang ini memiliki banyak prestasi yang membanggakan, dan banyak penghargaaan yang diraih Kota Pangkalpinang sejak Radmida menjadi Koodinator lapangannya.

Dengan prinsip bahwa perempuan bisa, kerja dengan ikhlas, kerja keras, kerja cerdas dan kerja berintegritas.

Semoga saja program dan inovasi “BERKAH SEKALI” ini bisa berlanjut sebagai wujud kepedulian kita semua berbagi kasih, berbagi rezeki, peduli untuk sesama yang membutuhkan.

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top