Amak Babel Ingatkan Kajati Jangan Jadikan SP3 Sebagai Tradisi

Amak Babel Ingatkan Kajati Jangan Jadikan SP3 Sebagai Tradisi

Hukum

 

PANGKALPINANG BBC - Ketua LSM Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) Babel kembali menyoroti kinerja Kejati Babel. Pasca berita soal peningkatan dugaan tipikor di Dinas PUPR Babel, dari penyelidikan menjadi penyidikan baru-baru ini, Ketua Amak Babel mengingatkan bahwa pihak Kejati jangan sekali kali bersikap kompromis terhadap Tipikor apalagi menjadikan jurus SP3 sebagai tradisi.

Demikian ditulis Ketua Amak Babel, Hadi Susilo Purbaya kepada redaksi Selasa (9/11/21) siang. Menurut pria yang dikenal dengan sapaan Hadi Amak ini, pihaknya terus concern menyoroti proses dugaan Tipikor PUPR berupa gratifikasi fee 20 persen atas paket pekerjaan. Menurutnya pihak Kejati, semestinya mengedepankan keterbukaan informasi publik, termasuk progres kinerja Kejati Babel pengusut dugaan tipikor di PUPR Babel.

“Kita tetap pantau proses pengusutan dugaan tipikor dan grarifikasi berupa fee 20 persen di Dinas PUPR Babel. Melihat perkembangan yang ada, kita mengingatkan agar jangan sampai tradisi SP3 masih bercokol di Kejati Babel. Kasus fee 20 persen yang masuk ke pundi-pundi beberapa ASN Dinas PUPR ini harus tuntas. Mengingat kasus ini sudah menjadi atensi masyarakat di seantero Babel. Sekarang kite tunggu wibawa hukum Kejati. Masih bisa dipercaya apa tidak. Masih memiliki nyali atau tidak institusi ini dalam menegakkan hukum dan memerangi koruptor,” tulis Hadi Amak.

Seperti diketahui, peningkatan status penyelidikan menjadi penyidikan dugaan Tipikor PUPR Babel, hanya dipublish secara internal di Kejati Babel. Sementara informasi wartawan sendiri dalam hal ini berdasarkan informasi dari pihak-pihak tertutup. Termasuk mereka yang kembali mendapatkan panggilan untuk menjalani pemeriksaan. Sikap Kejati yang mulai tertutup dengan wartawan, dinilai minor oleh kalangan aktivis Anti Korupsi di Babel. (Red)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top