Pentingnya Pendidikan Adab dan Akhlak di Pondok Pesantren

Pentingnya Pendidikan Adab dan Akhlak di Pondok Pesantren

Advertorial

 

PANGKALPINANG BBC - Menjelang berbuka puasa sunah, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman, meluangkan waktunya dengan bersilaturahmi dengan tokoh agama di Gedung Mahligai, Rumah Dinas Gubernur, Senin (3/1/2022). Dalam pertemuan itu, membahas diskusi ringan terkait memaksimalkan peran Pondok Pesantren (Ponpes), khususnya dalam pendidikan adab dan akhlak.

Menurut gubernur, dewasa ini pengajaran adab dan akhlak kepada para santri harus menjadi prioritas, tentunya bersamaan dengan pendidikan ilmu agama. Hal itu dikarenakan melihat fenomena kasus diluar Babel, yakni maraknya aksi pemerkosaan hingga pencabulan oleh marbot masjid. Tentunya itu harus disikapi serius oleh semua pihak, termasuk para tokoh agama hingga pimpinan ponpes.

"Kita harus merumuskan agar menghasilkan formula yang dapat mendorong pihak ponpes memasukkan pendidikan tasawuf, agar bisa diterapkan dikehidupan sehari-hari, maka saya mengundang MUI, Baznas, dan pihak Ponpes, terkait langkah apa yang harus kita perbuat," ungkap gubernur.

Dalam sistem pendidikan, kapasitas atau kemampuan tenaga pengajar pun harus kembali ditinjau dan ditingkatkan. Mengapa? Karena sebagai garda pertama dalam proses pengajaran dan pendidikan dalam mendidik para santri dan santriwati.

Disamping itu, gubernur juga memaparkan bahwa lembaga Ponpes maupun Tahfiz Quran sebagai benteng pendidikan keagamaan dan akhlak merupakan penolong keterpurukan generasi. Memang sebagian pesantren di Babel sudah mengajarkan pendidikan tasawuf, namun tidak semua menerapkannya. Sehingga, diperlukan adanya semacam badan untuk memastikan pelaksanaan sistem pendidikan itu berjalan dengan baik.

"Ini tanggung jawab kita sebagai umarah. kalau kita biarkan terus menerus, secara tidak langsung akan melemahkan umat Islam tanpa kita rasakan," jelasnya.

Dorongan untuk memajukan ponpes di Bumi Serumpun Sebalai juga terus menjadi prioritas Gubernur, selain gelontoran bantuan yang rutin Pemprov Babel berikan ke Ponpes, dalam hal pendidikan, pihaknya juga memberikan sejumlah beasiswa pendidikan kepada masyarakat Babel yang mampu menghafal Al-Quran (hafiz). Itu semua demi mencetak sebanyak-banyaknya generasi penghafal Al-Quran di Babel.

Sekretaris MUI Babel, Ahmad Luthfi yang hadir dalam diskusi tersebut mengatakan, dengan berkembangnya pesantren saat ini memiliki ciri khas masing-masing dan tak bisa dipaksakan, namun terkait adab itu merupakan hal penting.

"Alhamdulillah kita sudah punya undang-undang pesantren, tinggal bagaimana kita menerjemahkannya hingga kebawah. InsyaAllah dengan aturan tersebut dapat menjaga marwah ponpes," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Mahabbah Ustad Hendi Kurnia yang memaparkan ponpes dengan karakternya yang berbeda-beda, namun harus mampu menghasilkan kualitas santri yang beradab dan berakhlakul karimah.

Disamping itu, dalam rangka ikhtiar menghindari kemaksiatan dan kemudharatan, ia mengusulkan agar pihak ponpes lelaki dan perempuan harus terpisah. Dan juga, tenaga pengajar harus memiliki kapasitas dan kapabilitas.

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top