Gubernur Erzaldi: Rencanakan Prioritas Hidup Kalian Sebaik Mungkin

Gubernur Erzaldi: Rencanakan Prioritas Hidup Kalian Sebaik Mungkin

Advertorial

 


SUNGAILIAT BBC - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Pemali, Kabupaten Bangka, mendapatkan kesempatan luar biasa saat didatangi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman, beserta istri Melati Erzaldi, Senin (10/1/22) pagi. Kehadiran keduanya di tengah-tengah puluhan siswa/siswi itu untuk memberikan motivasi, sekaligus membagikan tips-tips dalam pembentukan karakter sejak usia remaja.

Gubernur Erzaldi mengingatkan kepada para siswa untuk dapat menentukan cita-cita sejak sekarang, yang akan menjadi modal dasar dalam menata rencana hidup di masa depan. Sehingga, ke depannya para siswa tersebut dapat memilah langkah-langkah yang harus dicapai maupun yang harus dihindari.

"Kalian siswa SMA Negeri 1 Pemali adalah kumpulan orang-orang yang karakternya lebih dari yang lain. Kalian harus bersyukur dapat sekolah di sini. Rencanakan prioritas hidup kalian sebaik mungkin, karena ketika kalian tidak mengelola hidup dengan baik, selesai!" ujarnya.

Orang nomor satu di Babel itu pun sedikit menguak cerita hidupnya semasa remaja yang sangat menginspirasi para siswa. Tekad, keinginan, usaha, serta doa menjadi kunci utama dirinya untuk menggapai cita-citanya terjun di dunia militer. Segala upaya telah dilakukan, baik menjaga fisik, juga dengan selalu bermunajat kepada Allah Swt. Namun, setelah empat kali gagal, ia tak lantas terjatuh, namun mempercayai, terdapat jalan lain yang diridai Allah Swt.

"Saya gagal di militer, tapi Alhamdulillah Allah Swt memberikan rida kepada saya untuk menjadi gubernur. Jangan lihat saya sudah jadinya (menjabat gubernur), tapi lihat usahanya dan ini sudah tersiapkan sejak dini. Ada doa orang tua di sana, doa ibu terutama. Jangan anggap enteng doa orang tua, kalau kalian meremehkan, selesai hidup kalian," katanya.

Ia kembali berpesan agar siswa SMA Negeri 1 Pemali tidak terus berada pada zona nyaman di saat mendapatkan segala fasilitas dari orang tua seperti sepeda motor dan fasilitas lainnya. Gubernur justru merasa bangga ketika mengetahui beberapa siswa di sekolah unggulan itu telah menjajal dunia entrepreneur, dengan menjual berbagai produk, baik secara _online_ maupun _offline._

"Jangan bangga atas apa yang orang tua kalian berikan, karena apa yang diberikan orang tua kalian tujuannya adalah untuk kalian siap, bukan memanjakan. Kalian jangan manja, itu akan membuat kalian cengeng, dan itu menentukan karakter kalian, malu," ujarnya.

Dialog interaktif yang dilaksanakan di ruang serbaguna itu, mendapat respon luar biasa dari para siswa. Baik gubernur maupun istri, menerima banyak pertanyaan berkenaan dengan kepemimpinan, tips mengambil keputusan semasa remaja hingga berujung pada kesuksesan berkarir. Hal itu pun ditegaskan Gubernur Erzaldi dapat tercapai apabila siswa dapat fokus dan tidak terganggu dengan hal-hal lain, terlebih seperti masalah percintaan yang sering di hadapi di usia remaja.

"Banyak di antara kalian terlalu cepat terpengaruh kalau sudah jatuh cinta. Kadang hanya melihat pasangan yang cantik, tampan, sudah berpikir hal aneh. Akhirnya masalah seperti inilah makanya banyak sekali pernikahan dini di Babel. Ujungnya, cita-cita tinggal cita-cita. Selain itu akan berdampak stunting pada anak, karena kalian belum siap jadi orang tua. Stunting hanya membuat kemunduran bagi kita," katanya.

Sementara itu, motivasi juga diberikan Melati Erzaldi. Sekitar 15 menit melakukan pemaparan, kemampuan _public speaking_ yang dimiliki Melati Erzaldi memikat para siswa SMA Negeri 1 Pemali. Melati yang juga Bunda PAUD Bangka Belitung pun membeberkan rahasia sehingga mampu berbicara di hadapan banyak _audience._ Ia mengungkapkan, hal tersebut didapatkan berkat keinginan, membaca, dan mengikuti berbagai pelatihan atau _workshop._

"Awalnya saya adalah orang yang introvert, tapi di saat Bapak Erzaldi dipercaya pertama kali sebagai wakil bupati, saya terpaksa harus bisa berbicara. Dari situ saya belajar, semua manusia bisa berubah. Dari keinginan, semangat, dan wawasan luas, dan percaya diri, saya akhirnya bisa," pungkasnya.



Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top