Sampaikan Pidato, Presiden Jokowi Tekankan Hilirisasi dan Industrilisasi Dalam Negeri

Sampaikan Pidato, Presiden Jokowi Tekankan Hilirisasi dan Industrilisasi Dalam Negeri

Advertorial

 


PANGKALPINANG BBC - Berbalut Pakaian Adat Paksian dari Kepulauan Bangka Belitung Presiden Jokowi sampaikan Pidato Kenegaraan Tahun 2022 Jelang HUT ke-77 RI pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI & DPD RI di Gedung MPR RI yang disaksikan secara serentak oleh seluruh masyarakat Indonesia melalui siaran langsung TVRI maupun streaming, Selasa 16/8/2022.

Pidato Kenegaraan Jelang HUT ke-77 RI, juga didengarkan bersama dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  di Ruang Paripurna DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan kekuatan Indonesia antara lain sumber daya alam yang melimpah. Wilayah yang luas dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia pasti menjadi kekuatan besar Indonesia, jika kita kelola secara bijak dan berkelanjutan.

"Syaratnya satu. Harus dihilirkan dan diindustrikan di dalam negeri, agar nilai tambahnya bisa maksimal untuk kepentingan nasional," tegasnya.

Hilirisasi dan manufaktur di dalam negeri dikatakannya terus tumbuh pesat. Pertumbuhan investasi juga meningkat tajam, 52% di antaranya, berada di luar Pulau Jawa. Ekonomi kita disebutkannya bukan hanya tumbuh pesat, tetapi juga tumbuh merata, menuju pembangunan yg Indonesia Sentris.

"Hilirisasi nikel misalnya, telah meningkatkan ekspor besi baja 18 kali lipat. Tahun 2014, hanya sekitar Rp16 triliun, tapi di tahun 2021 meningkat menjadi Rp306 triliun. Di akhir tahun 2022 ini, kita harapkan bisa mencapai Rp440 triliun," ujarnya.

Setelah nikel, pemerintah juga akan mendorong hilirisasi bauksit, hilirisasi tembaga, dan timah. Kita harus membangun ekosistem industri di dalam negeri yang terintegrasi, yang akan mendukung pengembangan ekosistem ekonomi hijau dunia.

"Hal ini akan membuka lapangan kerja, meningkatkan ekspor, menghasilkan devisa, meningkatkan pendapatan negara, serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Dengan kekuatan dan peluang besar tersebut, Indonesia mempunyai kesempatan besar untuk membangun Indonesia yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

"Untuk itu, hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam harus terus dilakukan," ujarnya menegaskan.

Diakuinya perekonomian dunia saat ini belum sepenuhnya bangkit. Ujian ini tidak mudah bagi dunia dan juga tidak mudah bagi Indonesia. Semua ini harus dihadapi dengan kehati-hatian dan dengan kewaspadaan.

Namun, di tengah tantangan yang berat, dirinya mengajak untuk bersyukur, mengingat Indonesia termasuk negara yang mampu menghadapi krisis global ini.

"Ekonomi kita berhasil tumbuh positif di 5,44% pada kuartal II tahun 2022. Neraca perdagangan juga surplus selama 27 bulan berturut-turut, dan di semester I tahun 2022 ini surplusnya sekitar Rp364 triliun," ungkapnya.

Di satu sisi, dikatakannya masyarakat memang harus tetap waspada dan harus tetap hati-hati. Namun di sisi lain, agenda-agenda besar bangsa harus  dilanjutkan untuk meraih Indonesia Maju.

"Saya mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu padu, mendukung agenda besar bagi pencapaian Indonesia Maju. Dengan komitmen dan kerja keras, dengan inovasi dan kreativitas,"ujarnya.

Oleh karenanya, budi pekerti yang luhur, ideologi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan patriotisme merupakan pilar utama. Seni dan tradisi lokal dengan semangat kebangsaan harus terus digairahkan.

"Terima kasih kepada ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh kebudayaan, yang berkontribusi besar memperkokoh fondasi kebangsaan, serta merawat persatuan dan kesatuan nasional,"ujarnya.

Presiden RI Jokowi dalam kesempatan ini mengajak seluruh masyarakat Indonesia bersatu padu untuk Indonesia Maju.

"Semoga  Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa mempermudah upaya kita, dalam meraih Indonesia Maju yang kita cita-citakan. Marilah kita bersatu padu,
Indonesia pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat. Dirgahayu Republik Indonesia! Dirgahayu Negeri Pancasila! Merdeka!," pungkasnya.

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top