Usut Solar Ilegal Asal MUBA, Ditkrimsus Polda Babel Fokus Memburu Amir

Usut Solar Ilegal Asal MUBA, Ditkrimsus Polda Babel Fokus Memburu Amir

Advertorial

PANGKALPINANG BBC - Direkorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Babel saat ini fokus memburu Amir, sopir Isuzu BG 1710 XL yang terguling di jalan raya Bakam 1 Oktober 2022 lalu. Status perkara ini sendiri masih dalam tahap penyelidikan dan terus dilakukan pengumpulan alat bukti.

Hal ini ditegaskan oleh Direktur Kriminal Khusus Polda Babel, Kombes. Pol M. Irhamni menjawab konfirmasi wartawan pada Sabtu (22/10/22) malam. Menurutnya, penyidik Ditkrimsus masih terus berupaya mengungkap dugaan pidana Migas ini, dengan terus mengumpulkan alat bukti.

“Perkembangan saat ini, kita sedang melacak posisi pelaku. Sedang kita telusuri posisinya. Untuk perkara ini sendiri, kita sidik konteksnya bahwa Solar tersebut dari Palembang, bukan hanya ijinnya. Yang jelas saat ini kita sedang melacak posisi pelakunya,” terang Kombes. Pol M. Irhamni.

Sementara itu perkembangan yang terpantau wartawan, pada Sabtu (22/10/22) petang, truk Isuzu warna Putih BG 1710 XL yang merupakan salah satu barang bukti, saat ini sudah dipindahkan. Truk dengan bak yang telah dimodifikasi menjadi tangki modif berkapasitas 10 ton tersebut, terlihat di halaman gedung Ditkrimsus Mapolda Babel. Menurut informasi yang dikumpulkan, truk yang menjadi pengungkap praktek penyelundupan Solar ilegal asal Musi Banyuasin tersebut, telah berpindah tempat sejak Kamis (20/10/22) lalu, guna kepentingan penyidikan. Sopir truk bernama Amir pun hingga saat ini masih dalam pengejaran Polisi.

Diberitakan sebelumnya, pada 1 Oktober 2022 lalu terjadi kecelakaan lalu lintas di ruas jalan Pangkalpinang-Muntok, tepatnya di daerah Kecamatan Bakam. Dalam insiden tersebut, truk Isuzu BG 1710 XL yang dikendarai oleh Amir hilang kendali saat melintas jalan menurun. Kendati mampu dikendalikan lajunya, tak pelak Isuzu BG 1710 XL tersebut tak terhindarkan menghantam 2 kendaraan lainnya.

1 unit bus AKDP dan truk Mitsubishi warna Coklat jadi korban serudukan Isuzu bermuatan 10 ton Solar tersebut. Sedangkan Isuzu BG 1710 XL terguling dan menumpahkan berton-ton Solar ilegal dari Musi Banyuasin yang menjadi muatannya. Menyadari kejadian ini, Amir sang sopir pun, ambil langkah seribu meninggalkan TKP dan truk bermuatan Solar yang terguling.

Selain membahayakan pengguna jalan, tumpahan Solar tersebut juga menyebabkan kerusakan ekologi tanah. Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Sedangkan 2 kendaraan lainnya yang dihantam oleh Isuzu BG 1710 XL, hingga kini masih teronggok di halaman Satuan Lalulintas Polres Bangka.(red)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top