Limbah Sawit PT SMM Diduga Mencemari Aliran Sungai Pala

Limbah Sawit PT SMM Diduga Mencemari Aliran Sungai Pala

beritababel

BELITUNG TIMUR BBC - Limbah yang  berasal dari perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Sahabat Mewah Makmur (SMM) mencemari lingkungan Sungai pala, Rabu (26/10/2022).

Kondisi ini sontak dikeluhkan warga Nelayan sekitar di Dusun Jangakang , Desa Jangakang dan Dusun Air Nangka, Dusun  Balok Desa Balok, Kecamatan Dendang , Kabupaten Belitung Timur.

Air sungai di dusun tersebut, mulai dikeluhkan karena airJangkang tiba-tiba berubah warna coklat dan mengeluarkan bau busuk, banyak Ikan yang terkena jamur akibat limbah sawit.

Laporan warga yang diterima Awak Media Rabu siang ini, warga mengeluh sebab air sungai selama ini dimanfaatkan masyarakat setempat tercemar, yang sebagian dari warga ada yang mencari nafkah dialiran sungai menuju ke laut .

Ketua Nelayan Jangkang Buyanta Menjelaskan Air sungai Pala berubah warna dan berbau busuk, Perahu cepat berlumut Jaring Udang berubah warna menjadi coklat, Hal itu mereka rasakan sejak Bulan September 2022 sampai sekarang ini Oktober 2022.Dari pihak perusahaan sampai sekarang belum ada upaya apapun terhadap Nelayan."saya sebagai ketua Nelayan sangat berharap kepad Dinas terkait segera mengambil tindakan karena penghasilan kami akibat limbah sawit tersebut sangat berkurang hingga 80 persen," jelasnya.

Sumo Sebagai pengepul ikan yang berada di Dusun Balok menambahkan tentang hasil tangkapan Nelayan akhir akhir ini anjok hinga 80 persen, biasanya mereka dapat sekitar Lima Ratus Ribu perhari sekarang hanya seratus lima puluh ribu perhari. "Saya juga banyak menemukan ikan yang cepat membusuk biasanya ketahanan ikan bisa dua sampai tiga hari, sekarang Lima jam sajah sudah busuk," jelasnya.

Humas PT Sahabat Mewah Makmur (SMM) Margolang, Saat dikomfirmasi Awak Media melalui sambungan telpon Ia mejelaskan "tidak ada yang Namanya limbah pabrik sawit yang masuk kesungai, itu bisa di pastikan  masyarakat mana yang bilang seperti itu,"ungkapnya. (kandar)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top